Minggu, 02 Januari 2011

Rujak Cingur Makanan Khas Menantang

Berjalan-jalan ke kota Surabaya merupakan salah satu pilihan berlibur bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Banyak obyek wisata kota yang dapat ditemui mulai dari kebun binatang, monumen perjuangan, pusat perbelanjaan hingga menikmati kuliner khas kota pehlawan. Selain makanan gado-gado dan tahu campur, di Surabaya juga banyak ditemui penjual makanan rujak cingur. Akan tetapi anda tidak usah jauh-jauh untuk pergi ke Surabaya, di jogjakarta pun makanan khas ini pun bisa kita jumpai seperti salah satu penjual rujak cingur bu heni di jl.stadion PSS Maguwoharjo.
Makanan khas jawa timur, tepatnya kota pahlawan ini SURABAYA tergolong sangat unik, karena bahan utama nya adalah hidung sapi. Meski orang awan yang belum mencicipi makanan ini akan merasa jijik, atau bahkan aneh, karena bahan utama nya hidung sapi yang hitam dan yang terbayang di pikiran kita jorok akan tetapi jika di coba akan nikmat dan terasa aroma petis nya pun terasa ketika kita akan melahap nya.
Sajian Rujak Cingur
Sajian rujak cingur sangat menantang lidah untuk mencoba kedahsyatan rasanya. Aneka buah-buahan yang menjadi komposisi rujak cingur biasanya adalah kedondong, mangga muda, belimbing, nanas, bengkuang, mentimun, dan krai segar.
Sayurannya sendiri terdiri dari krai rebus, kangkung, kacang panjang dan kecambah. Kumpulan irisan buah-buahan dan sayuran masih dipadu dengan tempe goreng, tahu goreng, lontong, kerupuk dan tentunya cingur itu sendiri menjadi hidangan lengkap dan bergizi.
Perpaduan bahan-bahan ini dapat memberikan sensasi yang berbeda yaitu rasa yang campur aduk dan berubah-ubah. Buah belimbing dan nanas akan menimbulkan rasa manis di lidah, sedangkan kedondong dan mangga muda membangitkan rasa asam. Rasa gurihnya berasal dari kerupuk udang dan ditambah bumbu sambal akan membuat mulut mendesis kepedasan.
Tampilan visual rujak cingur sangat berbeda dan sedikit aneh bagi yang pertama kali melihat. Komposisi bahan dicampur rata dengan bumbu berwarna hitam tampak seperti lumpur sangat kotor. Bumbunya terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah, bawang putih goring, pisang batu muda, terasi, gula dan garam.
Jangan lupakan pula kenapa rujak ini dinamakan rujak cingur yang cukup popular dikalangan masyarakat Surabaya dan daerah sekitarnya. Tentu saja irisan cingur atau mulut sapi yang terasa kenyal-kenyal saat dikunyah. Bahkan cingurnya sendiri biasanya dipajang utuh di warung sehingga menimbulkan perasaan ngeri kepada pengunjung yang sedang menunggu pesanan datang.
Kelezatan rujak cingur tidak pelak membuat lidah penikmatnya menjadi ketagihan mencobanya lagi. Dengan harga yang terjangkau yaitu berkisar antara tiga ribu rupiah sampai tiga puluh ribu rupiah tiap porsi hidangan, rujak cingur dapat dinikmati tanpa menguras isi dompet. Tidak hanya itu, makanan ini dapat dinikmati kapanpun dan dimanapun karena banyak warung-warung yang menyediakannya dari pagi hingga sore.
Akan tetapi letak tantangan bukan di bahan makanan tersebut, bagi yang belum merasakan nya tantangan pertama nya pada tampilan proses pembuatannya yang campur aduk dan berwarna hitam dan terlihat jorok, sekilas bumbu yang tercampur mirip lumpur, warna hitam pada adonan makanan ini terletak pada petis udang yang di uleg bersamaan dengan cabai, kacang tanah, bawang putih, pisang batu muda, terasi, garam, dan gula.
Tantangan kedua pada rasa yang juga campur aduk, di jamin anda akan merasa aneh di lidah,karena rasa asam nya nanas,dan pedas  nya cabai. Tantangan ke tiga terletak di moncong sapi (cingur), terasa di lidah ketika di gigit akan terasa kenyal-kenyal dan empuk akan tetapi tetap bagaimana pun makanan rujak cingur ini lezat dan berbeda dengan rujak-rujak lainnya. Untuk masalah harga Mbak heni, wanita sekitar umur 36 tahun ini cukup merogoh kocek Rp 7000, saja anda sudah mendapatkannya. Untuk tempat rujak cingur ini berada di Jl.utama stadion PSS maguwoharjo sleman. Jam buka warung Rujak Cingur mbak heni  9 pagi-5 sore.
pak suharji
Membuat Rujak Cingur di Rumah
Pada umumnya rujak tanpa menggunakan bahan cingur sapi sehingga bahan inilah yang menjadi pembeda rujak cingur. Bagi Anda yang pernah mencoba dan ingin merasakan sensasi rujak cingur maka tidak perlu merasa khawatir kesulitan mendapatkan bahan-bahannya karena mudah diperoleh di pasar tradisional.
Langkah-langkah membuatnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu mempersiapkan bahan rujak cingur, membuat bumbu sambal, dan pembuatan rujak cingur.
Bahan rujak cingur yang sudah ada dibuat dengan rincian sebagai berikut.
•    Taoge sebanyak 100 gram
•    Kangkung sebanyak 100 gram
•    Kacang panjang sebanyak 150 gram dipotong ukuran 2,5 cm.
•    Tempe goring sebanyak 200 gram dipotong dadu 1,5 cm.
•    Sebuah tahu putih besar yang sudah digoreng dipotong dadu 1,5 cm.
•    Cingur seberat 250 gram direbus lunak tanpa kulitnya lalu dipotong dadu 2 cm.
•    Sebuah ketimun muda diiris tipis.
•    Kerupuk udang.
Bahan bumbu sambal yang harus diolah dan dihaluskan terdiri dari:
•    2 sendok makan kacang tanah goring matang.
•    1 buah pisang batu muda diiris tipis.
•    Cabai rawit sesuai selera.
•    1 sendok teh asam jawa.
•    2 – 3 sendok makan petis udang.
•    ¼ sendok teh terasi.
•    100 mL air masak.
•    Garam dan gula secukupnya.
Langkah pembuatan rujak cingur diawali dengan merebus bahan sayur hingga masak kemudian ditiriskan. Letakkan bahan sayuran termasuk tahu, tempe, dan cingur di piring saji dan tuangkan bumbu sambal diatasnya sambil diaduk rata. Taburkan kerupuk udang diatasnya.

Pelanggan Bu Heni
Salah satu pelanggan yakni Suharji (53) Guru di suatu lembaga diklat pendidikan ini jika kangen dengan makanan khas jawa timur ini mengaku “kalau kangen saya pasti makan rujak cingur, sebulan 3 kali”,meski pria kelahiran madura ini kurang begitu suka dengan terasi yang berasal dari surabaya karena alasan bau nya   menyengat berbeda terasi asal kelahirannya “kalau terasi dari madura wangi nya harum tapi kalau di masak tidak menyengat”, selain itu ia tidak memikirkan harga asalkan nikmat dan higienis.
Menurut pengakuan mbak heni, akhir-akhir ini sepi pengunjung sebab perekonomian dan setelah paska bencana merapi 2 pekan yang lalu, selain itu faktor lokasi yang kurang strategis, “dulu saya jualan di dekat SMEA 1 kalasan” dengan penghasilan per hari 80 porsi per hari sedangkan sekarang 15 porsi bahkan kadang tombok. Wanita yang ramah ini hanya ingin meneruskan amanat dari mertua “saya ini di suruh ibu mertua saya mas jual rujak cingur, padahal saya juga bukan orang surabaya hanya mertua dan suami saya saja”,ujarnya.
Selain berjualan rujak cingur ia sudah lama berjualan bunga adenium yang sudah 6 tahun ia jalani,ia berjualan rujak cingur hanya sambilan dan selain itu karena ibu mertua. Harapan mbak nina hanya satu bahan-bahan pokok agar murah sehingga pelanggannya akan tetap bertambah dan laris seperti dulu. Tutupnya.(Vin)

ALVINARDIAN PRATAMA 153070314

1 komentar: